SELAMAT DATANG
SYAHRUL FAJAR
Saturday, September 24, 2011
MACAM-MACAM KAMERA
1. Kamera Compact
Kamera ini adalah jenis paling kecil, dengan bentuknya yang tipis,
performa cepat, dan fleksibel. Hasil gambar dan fiturnya terbatas,
namun biasanya menawarkan LCD, optik dan performa cukup baik. Kamera
jenis ini tak memiliki karakteristik performa dan fitur profesional,
namun pas untuk dimasukkan ke dalam saku atau tas.
Biasanya, kamera ini cocok untuk pemula (Anyaran). Kebanyakan kamera
compact menawarkan harga murah, tetapi anda harus teliti menyimak
fiturnya. Umumnya kisaran harga pada US$ 150-250 dan kualitas resolusi
3-4MP. Anda akan menjumpai optikal zoom dan digital zoom masing-masing
sekitar 3x atau 4x.
Pada perkembangannya, ada pula kamera kelas compact yang harganya
lebih mahal, hingga US$400. Ini disebabkan produsen melihat kebutuhan
yang besar dikalangan pengguna awam untuk berkreasi dengan banyak
fitur, sehingga fitur kamera compact semakin sesak. Akibatnya harga
pun melambung. Tak heran, ada pula kamera compact yang menembus
resolusi 7MP. Anda akan menjumpai banyak merek pada kelas ini,
sehingga anda patut untuk lebih cermat.
2. Kamera Ultracompact
Kamera ini lebih kecil dari telapak tangan anda, dan cukup seksi untuk
dipamerkan ke rekan lainnya. Masukkan saja ke dalam jaket, dan tak ada
yang tahu kalau anda sedang membawanya. Pengorbanannya adalah
performa, fitur, dan kualitas gambar. Jika anda menomorsatukan
penampilan, gadget ultracompact ini jawabannya. Dengan fokus semacam
ini, tak heran jika performa serta fiturnya tak mampu menandingi
kamera compact. Kuantitas megapiksel juga sama dengan compact.
3. Kamera Profesional
Kamera ini memiliki kemampuan dan kehandalan di atas kamera compact.
Jenis ini menawarkan kontrol yang lebih akurat, lensa yang lebih baik,
dan fitur yang lebih beragam. Yang paling penting, anda akan
memperoleh hasil foto lebih baik dan cocok pencetakan berukuran besar.
Produk jenis ini menawarkan setting manual untuk mengendalikan shutter
speed, f-stop, white balance, histogram, dan kontrol lainnya, seperti
kompensasi exposure dan bracketing, namun tak sekompleks Digital SLR.
4. Superzoom
Memiliki lensa zoom 10x atau lebih, adalah bagian dari jenis kamera
yang digemari pengguna yang antusias dengan fotografi. Lensanya yang
besar menempatkannya ke dalam kategori full-size, tetapi harganya
berada diantara kamera compact dan profesional.
Kamera ini memiliki fitur high end dan penggunanya sering menyukai
setting otomatis. Biasanya terdapat fitur image stabilization untuk
menghilangkan efek akibat goncangan.
5. Digital SLR
Merupakan jenis kamera yang digemari oleh pengguna profesional atau
fotografer amatir yang haus ilmu. Kamera ini mengusung fitur yang
sangat kaya. Sebut saja viewfinder TTL reflex, lensa yang dapat
diganti dengan lensa lain, kontrol total pada warna dan exposure,
serta beragam aksesoris lainnya. Disamping fitur pro dan fungsinya,
D-SLR menawarkan performa yang sama dengan kamera film 35mm. Yang
paling penting, produk ini dapat menghasilkan kualitas gambar yang
paling bagus daripada yang lainnya. D-SLR biasanya juga memiliki
setting otomatis, namun agar setimpal dengan uang yang dibayarkan,
anda pun harus rajin memanfaatkan berbagai fitur tingkat lanjut,
seperti kontrol manual.
Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).
Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
Jenis film
Pembagian film berdasarkan ukuran:
* Small format (35mm)
* Medium format (100-120mm)
* Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
* Film hitam putih
* Film warna
* Film positif
* Film negatif
* Film daylight
* Film tungsten
* Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)
Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.
Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja
Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.
Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder)) dengan lensa.
Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.
Kamera SLR (Single Lens Reflect)
Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi
sumber : http://erijauhari.multiply.com/journal/item/70/JENIS_KAMERA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kamera
Labels:
fotografi UPI
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



No comments:
Post a Comment